Total Tayangan Halaman

Rabu, 19 November 2014

Menopause

 

 Pada tahun 1963, sebuah artikel tulisan Dr Robert Wilson berjudul "Nasib Wanita Menopause" : Permohonan untuk kecukupan estrogen sejak pubertas sampai akhir hayatnya, di dalam Jurnal of the Geriatrics Society. Ketika Wilson menyatakan menopause adalah "mutilasi keseluruhan tubuh (dan) tak seorang wanita pun dapat menghindari kengerian ketika tubuhnya digerogoti hidup - hidup. Maka muncullah sebuah penyakit baru dan lahirlah "industri" menopause. Menopause didefinisikan oleh WHO sebagai penghentian menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikular ovarium. Setelah 12 bulan amenorea berturut - turut, periode menstruasi terakhir secara retrospektif ditetapkan sebagai saat menopause.
Menopause terjadi karena operasi akibat ooforektomi (pengangkatan indung telur) , kegagalan fungsi ovarium menyusul pengangkatan rahim atau terapi - terapi kanker tertentu akibatnya menopause terjadi sangat mendadak dan menyakitkan. Menopause akibat operasi inilah menyebabkan Terapi Sulih Hormon (TSH), Terapi Sulih Estrogen (TSE) menjadi isu yang hangat yang diperdebatkan dalam ilmu kesehatan wanita. 
Dibanyak kebudayaan , menopause dapat dilacak menggunakan bulan. Menstruasi terakhir dikatakan jatuh pada bulan purnama keempat belas setelah munculnya tanda - tanda menopause. Menopause alami biasanya terjadi pada usia 48 - 52 tahun. 
Etiologi terjadinya menopause :
  • Penyakit kista, infeksi kista diketahui dapat menyebar sampai ovarium 
  • Penyakit automunitas tertentu seperti radang sendi atau lupus. 
  • Merokok rata - rata 1 - 2 tahun lebih muda
  • Siklus menstruasi lebih pendek dari 26 hari
  • Pembedahan ginekologis
  • Kemoterapi kanker atau radioterapi (kegagalan ovarium terjadi pada 40% sampai 85% terutama bila usia lebih muda dari 40 tahun selama penanganan) 

Tahapan menopause :
  1. Pramenopause, mengacu pada wanita yang diambang menopause. Terjadi pada pertengahan sampai akhir usia 40 an.
  2. Perimenopause, mengacu pada wanita yang berada di sekitar puncak proses menopause.Mereka merasakan semburan rasa panas dan kekeringan pada vagina. Berusia sekitar 51 tahun.
  3. Menopause,masa menstruasi terakhir.
  4. Pascamenopause, wanita yang sudah tidak mengalami menstruasi lagi setidaknya selama empat tahun.
Manifestasi Klinis
  1. Jadwal menstruasi kacau 
  2. Semburan rasa panas 
  3. Pengeringan vagina
  4. Mudah tersinggung
  5. Suasana hati berubah - ubah dan rasa sedih

DAFTAR PUSTAKA
 Rosenthal, M. Sara. (2009). Revolusi Terapi Hormon. Yogyakarta : B-First.
Brasher, Valentina L. (2007). Aplikasi Klinis Patofisiologi. Jakarta : EGC.
 

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar