ASUHAN KEPERAWATAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN NYAMAN PADA Ny. T
DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTRITIS KRONIS
I.
PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian :
16 Mei 2014
Jam pengkajian :
11.00 WIB
A. IDENTITAS
1.
Identitas Pasien
Nama :
Ny.T
Usia :
32 tahun
Jenis Kelamin :
Perempuan
Suku Bangsa :
Jawa
Pekerjaan :
Karyawan
Pendidikan :
SMA
Alamat :
Kalisari Semarang
Status :
Menikah
Agama :
Islam
Diagnosa Medis :
Gastritis Kronis
2.
Identitas
Penanggungjawab
Nama :
Tn.E
Usia :
25 tahun
Jenis Kelamin :
Laki-laki
Suku Bangsa :
Jawa
Pekerjaan :
Karyawan
Pendidikan :
SMA
Alamat :
Kalisari Semarang
Status :
Menikah
Agama :
Islam
Hubungan :
Suami
B. KELUHAN
UTAMA
Klien mengeluh nyeri, perih pada bagian abdomen.
C. RIWAYAT
PENYAKIT SEKARANG
Sejak 3 hari yang lalu klien mengeluh sakit pada
bagian abdomen. Abdomen terasa perih. Klien belum pernah pergi ke Rumah Sakit
selama mengalami sakit tersebut.
D. RIWAYAT
PENYAKIT DAHULU
Pasien mengatakan bahwa ia pernah mengalami penyakit
maag/ nyeri pada abdomennya.
E. RIWAYAT
PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada
keturunan yang memiliki riwayat penyakit yang sama.
F. PENGKAJIAN
KEBUTUHAN DASAR
1.
Kebutuhan
Aktivitas dan Latihan
-
Sebelum sakit : Klien sehari – hari bekerja
sebagai karyawan di
pabrik.
-
Saat sakit : Klien masih bisa
beraktivitas, tetapi tidak seperti
biasanya.
-
Keluhan : Klien mengeluh sakit
untuk melakukan aktivitas
terlalu berat.
2.
Kebutuhan
Hygiene dan Integritas Kulit
- Sebelum sakit : Mandi 2x/ hari, berganti pakaian 2x/ hari, sikat gigi 2x/hari dan tidak ada keluhan
- Sesudah sakit : Mandi 2x/hari, berganti pakaian 2x/ hari ,sikat gigi 2x/hari dan tidak ada keluhan
3.
Kebutuhan
Istirahat dan Tidur
-
Sebelum sakit : Pada malam hari klien tidur pukul 21.00 –
05.00 WIB.
-
Saat sakit : Pada malam hari hanya bisa tidur
selama 5 jam dan tidak bisa tidur siang.
-
Keluhan : Sakit abdomennya sehingga sering
terbangun dalam tidurnya.
4.
Kebutuhan
Nutrisi dan Cairan
-
Sebelum sakit : Klien makan nasi 3x per hari dengan 1 porsi
dan minum 8 gelas/hari.
-
Saat sakit : Klien hanya makan 3 sendok saja dan
minum 3 gelas/hari
-
Keluhan : Takut makan banyak karena takut
tambah perih perutnya.
5.
Kebutuhan
Oksigenasi
-
Sebelum sakit : Klien bernapas tanpa menggunakan alat bantu
pernapasan.
-
Saat sakit : Klien bernapas tanpa menggunakan alat
bantu pernapasan.
-
Keluhan : Tidak ada keluhan.
6.
Kebutuhan
Eliminasi
BAK Sebelum
sakit Saat sakit
Frekuensi 3x sehari tidak terkaji
Jumlah tidak terkaji tidak terkaji
Warna kuning kuning
Bau Khas urine Khas urine
Terpasang DC Tidak Tidak
Keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
7.
Kebutuhan Persepsi,
Sensori, dan Kognitif
Orientasi klien
dengan tempat dan lingkungannya baik. Daya ingat klien masih berfungsi dengan
baik, kemampuan berbahasa klien baik dan mudah dipahami oleh orang lain. Fungsi
panca indra klien masih berjalan baik. Klien mengetahui tentang penyakitnya.
Klien mengatakan nyeri pada daerah abdomen pada skala 5.
8.
Kebutuhan
Termoregulasi
-
Sebelum sakit : Klien menyatakan pernah demam
-
Saat sakit : Klien menyatakan pernah demam, suhu
klien 380C
-
Keluhan : Badannya terasa panas karena nyeri
yang dirasakan.
9.
Kebutuhan Stress
Koping
Klien selalu
bermusyawarah dengan keluarganya bila ada masalah.
10.
Kebutuhan
Seksualitas dan Reproduksi
Klien sudah
menikah 1x dan belum dikaruniai anak.
11.
Kebutuhan
Komunikasi dan Informasi
Kemampuan
komunikasi dan bahasa klien baik. Bahasa klien mudah dipahami oleh orang lain.
Klien mengerti bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Klien menjawab pertanyaan
dengan baik.
12.
Kebutuhan
Rekreasi dan Spiritual
Klien beragama
Islam dan selalu berdoa untuk kesembuhannya.
G. PEMERIKSAAN
FISIK
1.
Keadaan umum
Klien terlihat
lemas. Klien sering mengerang kesakitan pada daerah abdomen/ perutnya.
2.
Kesadaran
Klien sadar
penuh (composmentis).
3.
Tanda – tanda
vital
a.
Tekanan darah : 100/80 mmHg
b.
Nadi : 90 x /menit
c.
Suhu : 380C
d.
RR : 20 x/menit
4.
Kepala
a.
Rambut dan kulit
kepala
Inspeksi : Penyebaran rambut kepala merata,
tidak rontok, tidak beruban , dan lurus. Kulit kepala terlihat
bersih, tidak ada ketombe, tidak terdapat lesi.
Palpasi : Tidak ada benjolan, terdapat
nyeri.
b.
Wajah
Inspeksi : Wajah berbentuk oval,
tidak terdapat lesi, klien tampak pucat dan meringis kesakitan, serta tidak keluar
keringat dingin.
Palpasi :
Tulang pipi terasa menonjol, tidak terdapat nyeri tekan.
c.
Mata
Inspeksi : Mata klien normal.
Palpasi : Tidak teraba benjolan, tidak
terdapat nyeri tekan.
Ketajaman : Ketajaman penglihatan klien berkurang,
d.
Hidung
Inspeksi : Kulit hidung bersih, tidak terdapat
cairan keluar dari hidung.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan, tidak
terdapat massa.
e.
Mulut
Inspeksi : Tidak terdapat sariawan dan
pendarahan pada gusi, gigi berwarna
putih, tidak terdapat karies gigi, warna lidah pucat, mukosa bibir kering.
f.
Telinga
Inspeksi : Kulit telinga klien terlihat
bersih, tidak terdapat cairan yang keluar dari telinga.
Palpasi : Tidak terdapat massa, tidak
terdapat nyeri tekan pada jaringan lunak.
g.
Leher
Inspeksi :Tidak terdapat pembengkakan dan
pembesaran kelenjar tiroid.
Palpasi : Tidak teraba benjolan, tidak
terdapat nyeri tekan.
h.
Dada
Inspeksi : Tidak terdapat lesi, bentuk dada
simetris
Palpasi :
Tidak terdapat nyeri tekan
i.
Paru - paru
Inspeksi : Terlihat kembang- kempis paru.
Palpasi :
Tidak terdapat massa dan benjolan
j.
Jantung
Inspeksi : Tidak tampak iktus kordis pada
intercosta ke 5
Palpasi :
Teraba iktus kordis pada ruang interkostal ke 5
Auskultasi : Bunyi jantung terdengar lup-dup
k.
Abdomen
Inspeksi : Persebaran warna kulit
merata, tidak ada lesi, tidak terdapat luka
operasi di abdomen.
Palpasi : Tidak terdapat massa dan terdapat
nyeri tekan.
l.
Genetalia
Anus : Tidak terkaji
Genetalia : Tidak terpasang kateter.
m.
Ekstremitas Atas
Inspeksi : Kedua tangan dapat digerakkan
normal dengan bebas, tidak terpasang infus.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan.
n.
Ekstremitas
Bawah
Inspeksi : Tidak terdapat lesi pada
ekstremitas bawah, klien dapat menggerakkan kedua kakinya namun lemas.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan pada
ekstremitas bawah.
H. PENGELOMPOKKAN
DATA
1.
Data Subyektif
-
Klien mengatakan
abdomennya terasa sakit, perih
-
Klien mengatakan
tidak mau makan banyak karena muntah jika perutnya diisi makanan
-
Klien mengeluh
tidurnya hanya selama 5 jam per hari
-
Klien mengeluh sulit
tidur karena nyeri yang dirasakan pada abdomennya
-
Klien mengeluh
sakit untuk melakukan aktivitas
-
Klien mengeluh
badannya panas karena nyeri yang dirasakan
2.
Data Obyektif
-
Klien terlihat
gelisah
-
Klien hanya
makan 3 sendok saja
-
Klien hanya
minum 3x/hari
-
Klien terlihat mengerang
kesakitan
-
Klien terlihat
lemas
-
Klien terlihat
pucat
-
Skala nyeri
klien 5
-
Tekanan darah
100/80 mmHg
-
Nadi 90x/menit
-
RR 20x/menit
-
Suhu 380C
-
Berat badan
berkurang menjadi 40 kg
I.
Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.
Nyeri kronik
berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronis
2.
Ketidakseimbangan
nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk
mencerna makanan
3.
Hambatan
mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
4.
Insomnia
berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)
-
No.Hari, tglDiagnosaTujuan dan Kriteria HasilIntervensiRasionalisasi1.Jum’at, 16 Mei 2014Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronisSetelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan nyeri berkurang sehingga hilang dengan kriteria hasil :1. Klien melaporkan rasa nyaman karena nyeri berkurang secara verbal2. Skala nyeri berkurang menjadi 1-33. Klien tampak rileks4. Tekanan darah 120/80 mmHg1. Monitor tanda – tanda vital klien.2. Kaji tingkat nyeri, meliputi : lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/ beratnya nyeri, factor – factor presipitasi.3. Kaji keluhan klien4. Berikan posisi nyaman sesuai dengan kebutuhan klien5. Ajarkan teknik relaksasi / distraksi6. Observasi keadaan umum7. Kolaborasi dengan dokter1. Untuk mengetahui perkembangan keadaan atau kondisi klien.2. Untuk mengetahui skala nyeri dan penanganan yang tepat pada nyerinya.3. Untuk mengontrol adanya perubahan keluhan yang dirasakan klien4. Untuk memberikan kenyamanan pada klien5. Untuk mengalihkan dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien6. Untuk mengetahui perkembangan kondisi klien7. Untuk mengurangi rasa nyeri klien2.Jum’at, 16 Mei 2014Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna makananSetelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien bisa menyeimbangkan nutrisinya dengan criteria hasil :1. Klien tampak rileks2. Klien makan 1 porsi 3x/hari dan minum 8 gelas/hari3. Berat badan ideal4. Klien tidak menghindari makan1. Dorong asupan kalori yang tepat untuk tipe tubuh dan gaya hidup2. Ajari pasien untuk mengatur pola makan yang baik3. Berikan informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi4. Timbang berat badan pasien5. Sediakan pasien dengan tinggi protein, kalori, makanan berserat dan minum yang bisa dikonsumsi yang tepat.6. Jadwalkan waktu makan tiap harinya7. Monitor porsi makan pasien tiap harinya1. Agar klien mau makan2. Agar klien bisa membiasakan pola makan yang teratur3. Agar klien bisa memenuhi nutrisi secara teratur4. Untuk mengetahui perkembangan berat badan klien5. Agar nutrisi klien bisa seimbang6. Agar pola makan klien teratur7. Untuk mengetahui porsi makan pasien tiap harinya3.Jum’at, 16 Mei 2014Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeriSetelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal dengan criteria hasil :1. Melakukan pergerakan dan perpindahan secara optimal2. Tekanan darah 120/80 mmHg3. Klien bisa beraktivitas seperti biasanya dengan baik1. Lakukan langkah-langkah pengendalian rasa sakit sebelum memulai latihan / kegiatan2. Sediakan lingkungan yang tenang setelah periode aktivitas3. Ajari pasien untuk latihan pergerakan dan perpindahan yang optimal4. Ajari klien fungsi perpindahan tubuh5. Ajari klien menggunakan pemanasan dan pendinginan sebelum latihan1. Agar rasa sakit tidak menghambat terapi aktivitas2. Agar klien terasa tenang, tidak tegang3. Agar tubuh klien terlatih untuk pergerakan4. Agar klien membiasakan melatih pergerakan tubuhnya5. Agar tubuh klien tidak tegang4.Jum’at, 16 Mei 2014Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien akan membaik pola tidurnya dengan criteria hasil :1. Klien tampak rileks2. Pola tidur klien 8 jam / hari3. Klien bisa tidur nyenyak1. Ajari pola tidur klien yang benar2. Monitor berapa jam pola tidur klien3. Ajari relaksasi otot yang sesuai sebelum tidur4. Monitor pola tidur klien dan yang menggangu tidurnya5. Diskusikan dengan pasien dan keluarga tekhnik dalam peningkatan tidur6. Ajari pasien untuk tidur ketika kelelahan penuh1. Agar pola tidur klien seimbang dengan aktivitas yang dilakukannya2. Agar pola tidur sesuai dengan pola tidur normal seseorang3. Untuk mengurangi ketegangan otot tubuh klien4. Untuk mengetahui gangguan pola tidurnya5. Agar pola tidur klien meningkat ketika sakit6. Agar tubuh klien bisa beristirahat
0 komentar:
Posting Komentar