Total Tayangan Halaman

Jumat, 19 September 2014

Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita

Kesehatan adalah hal yang sangat vital bagi setiap manusia. Perlunya menjaga kesehatan tubuhnya agar terhindar dari segala macam penyakit yang mungkin bisa saja menyerangnya kapan saja dan siapapun saja, tidak memandang itu muda atau tua. Apalagi kesehatan yang berhubungan dengan reproduksi seseorang. Kali ini saya akan membahas mengenai kesehatan reproduksi wanita. Mengapa saya memilih topik ini? Salah satu alasannya karena wanita sangat berperan dalam proses kehamilannya nanti, sehingga sangat perlu dijaga agar selalu sehat dan nantinya lancar saat proses persalinan.
Menurut (Ayu, Ida,C.M,dkk,2006), kesehatan reproduksi adalah kemampuan seorang wanita untuk memanfaatkan alat reproduksi dan mengatur (kesuburannya) dapat menjalani kehamilan dan persalinan secara aman serta mendapatkan bayi tanpa resiko apapun atau well helath mother dan well born baby dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal.
Beberapa masalah mengenai reproduksi wanita diantaranya :
1. Infeksi yang didapat karena perilaku seksual yang tidak higienis.
2. Paritas (hamil dan lahir hidup) dengan interval kurang dari 2 tahun.
3. Jumlah kehamilan lebih dari 4 kali.
4. Umur saat hamil terlalu hamil (kurang dari 20 tahun) atau sudah terlalu tua (diatas 35 tahun).
5. Proses degenerasi (kemunduran) ketika terjadi keganasan yang memerlukan kemampuan melakukan deteksi dini , sehingga kesembuhan dapat dijamin dengan pengobatan.
Maka dari itu, diperlukan pemeriksaan sebelum perkawinan agar penyakit yang timbul bisa dicegah. Pemeriksaan sebelum kawin atau sebelum hamil menjadi semakin penting mengingat arus informasi yang makin memengaruhi dunia telah menyebabkan terjadi revolusi masyarakat dalam penilaian hubungan seks pra - nikah. Makin cepat diketahui penyakit yang dapat memengaruhi tumbuh kembang janin dan kesehatan rohani jasmani menjelang perkawinan dan kehamilan menjelang perkawinan dan kehamilan akan makin cepat dapat diobati.  


Menurut (Noorkasiani,dkk, 2007), kesehatan reproduksi wanita adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan , yang berhubungan dengan sistem,fungsi, dan proses reproduksi.  Kesehatan reproduksi wanita dimulai sejak konsepsi, menjadi bayi, balita, anak pra sekolah, anak usia sekolah, remaja, usia subur, hingga menjadi ibu, kemudia menjadi lansia. Pada masa bayi hingga hingga anak pra sekolah perlu mendapat sosialisasi secara bertahap tentang kebersihan diri ,terutama pada daerah alat kelamin bagian luar untuk mencegah terjadinya infeksi dan jamur. Anak usia sekolah perlu diberi pengetahuan tentang fungsi alat reproduksi , perubahan yang terjadi pada masa kini, kebersihan diri ketika mendapatkan menstruasi, pengetahuan tentang proses kehamilan, dan masalah reproduksi remaja. 
Pendidikan reproduksi penting bagi wanita untuk meningkatkan aspek kognitifnya sehingga ia tahu reproduksinya sehat atau tidak. Pendidikan kesehatan reproduksi bertujuan agar wanita mampu mengambil keputusan tentang dirinya, tentang fungsi reproduksinya, dan dapat memengaruhi lingkungannya yaitu suami, orang tua dan tetangganya agar berperilaku sehat dan mencari pertolongan jika sakit.

DAFTAR PUSTAKA
Menurut Ayu, Ida,C.M,dkk.2006. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, edisi 2.Jakarta : EGC.
Menurut Noorkasiani,dkk. 2007. Sosiologi Keperawatan. Jakarta : EGC.



0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar