ASUHAN KEPERAWATAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN NYAMAN PADA Ny. T
DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTRITIS KRONIS
I.
PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian :
16 Mei 2014
Jam pengkajian :
11.00 WIB
A. IDENTITAS
1.
Identitas Pasien
Nama :
Ny.T
Usia :
32 tahun
Jenis Kelamin :
Perempuan
Suku Bangsa :
Jawa
Pekerjaan :
Karyawan
Pendidikan :
SMA
Alamat :
Kalisari Semarang
Status :
Menikah
Agama :
Islam
Diagnosa Medis :
Gastritis Kronis
2.
Identitas
Penanggungjawab
Nama :
Tn.E
Usia :
25 tahun
Jenis Kelamin :
Laki-laki
Suku Bangsa :
Jawa
Pekerjaan :
Karyawan
Pendidikan :
SMA
Alamat :
Kalisari Semarang
Status :
Menikah
Agama :
Islam
Hubungan :
Suami
B. KELUHAN
UTAMA
Klien mengeluh nyeri, perih pada bagian abdomen.
C. RIWAYAT
PENYAKIT SEKARANG
Sejak 3 hari yang lalu klien mengeluh sakit pada
bagian abdomen. Abdomen terasa perih. Klien belum pernah pergi ke Rumah Sakit
selama mengalami sakit tersebut.
D. RIWAYAT
PENYAKIT DAHULU
Pasien mengatakan bahwa ia pernah mengalami penyakit
maag/ nyeri pada abdomennya.
E. RIWAYAT
PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada
keturunan yang memiliki riwayat penyakit yang sama.
F. PENGKAJIAN
KEBUTUHAN DASAR
1.
Kebutuhan
Aktivitas dan Latihan
-
Sebelum sakit : Klien sehari – hari bekerja
sebagai karyawan di
pabrik.
-
Saat sakit : Klien masih bisa
beraktivitas, tetapi tidak seperti
biasanya.
-
Keluhan : Klien mengeluh sakit
untuk melakukan aktivitas
terlalu berat.
2.
Kebutuhan
Hygiene dan Integritas Kulit
|
No.
|
PARAMETER
|
SEBELUM SAKIT
|
SAAT SAKIT
|
|
1
|
Mandi
|
2x/hari
|
2x/hari
|
|
2
|
Berganti pakaian
|
2x/hari
|
2x/hari
|
|
3
|
Sikat gigi
|
2x/hari
|
2x/hari
|
|
Keluhan
|
Tidak ada keluhan
|
Tidak ada keluhan
|
|
3.
Kebutuhan
Istirahat dan Tidur
-
Sebelum sakit : Pada malam hari klien tidur pukul 21.00 –
05.00 WIB.
-
Saat sakit : Pada malam hari hanya bisa tidur
selama 5 jam dan tidak bisa tidur siang.
-
Keluhan : Sakit abdomennya sehingga sering
terbangun dalam tidurnya.
4.
Kebutuhan
Nutrisi dan Cairan
-
Sebelum sakit : Klien makan nasi 3x per hari dengan 1 porsi
dan minum 8 gelas/hari.
-
Saat sakit : Klien hanya makan 3 sendok saja dan
minum 3 gelas/hari
-
Keluhan : Takut makan banyak karena takut
tambah perih perutnya.
5.
Kebutuhan
Oksigenasi
-
Sebelum sakit : Klien bernapas tanpa menggunakan alat bantu
pernapasan.
-
Saat sakit : Klien bernapas tanpa menggunakan alat
bantu pernapasan.
-
Keluhan : Tidak ada keluhan.
6.
Kebutuhan
Eliminasi
BAK Sebelum
sakit Saat sakit
Frekuensi 3x sehari tidak terkaji
Jumlah tidak terkaji tidak terkaji
Warna kuning kuning
Bau Khas urine Khas urine
Terpasang DC Tidak Tidak
Keluhan Tidak ada keluhan Tidak
ada keluhan
7.
Kebutuhan
Persepsi, Sensori, dan Kognitif
Orientasi klien
dengan tempat dan lingkungannya baik. Daya ingat klien masih berfungsi dengan
baik, kemampuan berbahasa klien baik dan mudah dipahami oleh orang lain. Fungsi
panca indra klien masih berjalan baik. Klien mengetahui tentang penyakitnya.
Klien mengatakan nyeri pada daerah abdomen pada skala 5.
8.
Kebutuhan
Termoregulasi
-
Sebelum sakit : Klien menyatakan pernah demam
-
Saat sakit : Klien menyatakan pernah demam, suhu
klien 380C
-
Keluhan : Badannya terasa panas karena nyeri
yang dirasakan.
9.
Kebutuhan Konsep
Diri
|
PARAMETER
|
SEBELUM SAKIT
|
SAAT SAKIT
|
|
Pola emosional
|
Klien dapat menahan emosinya dengan baik
|
Klien dapat menahan emosinya dengan baik
|
|
Citra diri
|
Klien memiliki rasa percaya diri yang baik dihadapan orang lain
|
Rasa percaya diri klien berkurang di hadapan orang lain
|
|
Identitas diri
|
Klien mengetahui peran dan tanggung
jawabnya sebagai istri
|
Klien mengetahui peran dan tanggung
jawabnya sebagai istri
|
|
Ideal diri
|
Klien menyadari kelebihan dan kekurangannya
|
Klien menyadari kelebihan dan kekurangannya
|
|
Harga diri
|
Klien memiliki harga diri yang baik
|
Klien memiliki harga diri yang baik
|
10. Kebutuhan Stress Koping
Klien selalu
bermusyawarah dengan keluarganya bila ada masalah.
11. Kebutuhan Seksualitas dan Reproduksi
Klien sudah
menikah 1x dan belum dikaruniai anak.
12. Kebutuhan Komunikasi dan Informasi
Kemampuan
komunikasi dan bahasa klien baik. Bahasa klien mudah dipahami oleh orang lain.
Klien mengerti bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Klien menjawab pertanyaan
dengan baik.
13. Kebutuhan Rekreasi dan Spiritual
Klien beragama
Islam dan selalu berdoa untuk kesembuhannya.
G. PEMERIKSAAN
FISIK
1.
Keadaan umum
Klien terlihat
lemas. Klien sering mengerang kesakitan pada daerah abdomen/ perutnya.
2.
Kesadaran
Klien sadar
penuh (composmentis).
3.
Tanda – tanda
vital
a.
Tekanan darah : 100/80 mmHg
b.
Nadi : 90 x /menit
c.
Suhu : 380C
d.
RR : 20 x/menit
4.
Kepala
a.
Rambut dan kulit
kepala
Inspeksi : Penyebaran rambut kepala merata,
tidak rontok, tidak beruban , dan lurus. Kulit kepala terlihat
bersih, tidak ada ketombe, tidak terdapat lesi.
Palpasi : Tidak ada benjolan, terdapat
nyeri.
b.
Wajah
Inspeksi : Wajah berbentuk oval,
tidak terdapat lesi, klien tampak pucat dan meringis kesakitan, serta tidak keluar
keringat dingin.
Palpasi : Tulang pipi terasa menonjol,
tidak terdapat nyeri tekan.
c.
Mata
Inspeksi : Mata klien normal.
Palpasi : Tidak teraba benjolan, tidak
terdapat nyeri tekan.
Ketajaman : Ketajaman penglihatan klien berkurang,
d.
Hidung
Inspeksi : Kulit hidung bersih, tidak terdapat
cairan keluar dari hidung.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan, tidak
terdapat massa.
e.
Mulut
Inspeksi : Tidak terdapat sariawan dan
pendarahan pada gusi, gigi berwarna
putih, tidak terdapat karies gigi, warna lidah pucat, mukosa bibir kering.
f.
Telinga
Inspeksi : Kulit telinga klien terlihat
bersih, tidak terdapat cairan yang keluar dari telinga.
Palpasi : Tidak terdapat massa, tidak
terdapat nyeri tekan pada jaringan lunak.
g.
Leher
Inspeksi :Tidak terdapat pembengkakan dan
pembesaran kelenjar tiroid.
Palpasi : Tidak teraba benjolan, tidak
terdapat nyeri tekan.
h.
Dada
Inspeksi : Tidak terdapat lesi, bentuk dada
simetris
Palpasi :
Tidak terdapat nyeri tekan
i.
Paru - paru
Inspeksi : Terlihat kembang- kempis paru.
Palpasi :
Tidak terdapat massa dan benjolan
j.
Jantung
Inspeksi : Tidak tampak iktus kordis pada
intercosta ke 5
Palpasi :
Teraba iktus kordis pada ruang interkostal ke 5
Auskultasi : Bunyi jantung terdengar lup-dup
k.
Abdomen
Inspeksi : Persebaran warna kulit
merata, tidak ada lesi, tidak terdapat luka
operasi di abdomen.
Palpasi : Tidak terdapat massa dan terdapat
nyeri tekan.
l.
Genetalia
Anus : Tidak terkaji
Genetalia : Tidak terpasang kateter.
m.
Ekstremitas Atas
Inspeksi : Kedua tangan dapat digerakkan
normal dengan bebas, tidak terpasang infus.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan.
n.
Ekstremitas
Bawah
Inspeksi : Tidak terdapat lesi pada
ekstremitas bawah, klien dapat menggerakkan kedua kakinya namun lemas.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan pada
ekstremitas bawah.
H. PENGELOMPOKKAN
DATA
1.
Data Subyektif
-
Klien mengatakan
abdomennya terasa sakit, perih
-
Klien mengatakan
tidak mau makan banyak karena muntah jika perutnya diisi makanan
-
Klien mengeluh
tidurnya hanya selama 5 jam per hari
-
Klien mengeluh sulit
tidur karena nyeri yang dirasakan pada abdomennya
-
Klien mengeluh
sakit untuk melakukan aktivitas
-
Klien mengeluh
badannya panas karena nyeri yang dirasakan
2.
Data Obyektif
-
Klien terlihat
gelisah
-
Klien hanya
makan 3 sendok saja
-
Klien hanya
minum 3x/hari
-
Klien terlihat mengerang
kesakitan
-
Klien terlihat
lemas
-
Klien terlihat
pucat
-
Skala nyeri
klien 5
-
Tekanan darah
100/80 mmHg
-
Nadi 90x/menit
-
RR 20x/menit
-
Suhu 380C
-
Berat badan
berkurang menjadi 40 kg
II.
ANALISA DATA
|
No.
|
HARI/TGL
|
DATA
|
MASALAH
|
ETIOLOGI
|
DIAGNOSA
|
TTD
|
||
|
1.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
DO :
- Klien terlihat gelisah
- Klien terlihat mengerang kesakitan
- Klien terlihat pucat
- Tekanan darah 100/80 mmHg
DS :
- Klien mengatakan abdomennya sakit, perih
- Pengkajian nyeri :
P : Nyeri
karena keletihan fisik
Q : terasa
perih dan panas
R : nyeri di
bagian abdomen
S : skala
nyeri 5
T : nyeri
dirasakan kadang kala
- Klien mengeluh sakit untuk melakukan aktivitas
|
Nyeri kronik ( 00133)
|
Ketunadayaan fisik kronis
|
Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronis
|
|
||
|
2.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
DO :
- Klien terlihat pucat
- Klien terlihat mengerang kesakitan
- Klien terlihat lemas
- Klien terlihat gelisah
-
Klien hanya makan 3 sendok
saja dan minum 3x/hari
-
Berat badan berkurang
menjadi 40 kg
DS :
-
Klien mengatakan tidak mau
makan banyak karena muntah jika perutnya diisi makanan
|
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh (00002)
|
Ketidakmampuan untuk mencerna makanan
|
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan
|
|
||
|
3.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
DO :
-
Klien terlihat mengerang
kesakitan
-
TD 100/80 mmHg
-
Nadi 90x / menit
-
RR 20x / menit
-
Klien terlihat pucat
-
Klien terlihat lemas
DS :
-
Klien mengeluh sakit untuk
melakukan aktivitas
|
Hambatan mobilitas fisik (00085)
|
Nyeri
|
Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
|
|
||
|
4.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
DO :
- Klien terlihat mengerang kesakitan
- Klien terlihat lemas
DS :
- Klien mengeluh tidurnya hanya 5 jam per hari
- Klien mengeluh sulit tidur karena nyeri yang dirasakan
|
Insomnia ( 00095)
|
Ketidaknyamanan fisik (nyeri)
|
Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)
|
|
||
III.
Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.
Nyeri kronik berhubungan
dengan ketunadayaan fisik kronis
2.
Ketidakseimbangan
nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk
mencerna makanan
3.
Hambatan
mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
4.
Insomnia
berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)
IV.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
|
No.
|
Hari, tgl
|
Diagnosa
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
Rasionalisasi
|
Ttd
|
|
1.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronis
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan nyeri berkurang sehingga
hilang dengan kriteria hasil :
1. Klien melaporkan rasa nyaman karena nyeri berkurang secara verbal
2. Skala nyeri berkurang menjadi 1-3
3. Klien tampak rileks
4. Tekanan darah 120/80 mmHg
|
1. Monitor tanda – tanda vital klien.
2. Kaji tingkat nyeri, meliputi : lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas, intensitas/ beratnya nyeri, factor – factor presipitasi.
3. Kaji keluhan klien
4. Berikan posisi nyaman sesuai dengan kebutuhan klien
5. Ajarkan teknik relaksasi / distraksi
6. Observasi keadaan umum
7. Kolaborasi dengan dokter
|
1. Untuk mengetahui perkembangan keadaan atau kondisi klien.
2. Untuk mengetahui skala nyeri dan penanganan yang tepat pada nyerinya.
3. Untuk mengontrol adanya perubahan keluhan yang dirasakan klien
4. Untuk memberikan kenyamanan pada klien
5. Untuk mengalihkan dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien
6. Untuk mengetahui perkembangan kondisi klien
7. Untuk mengurangi rasa nyeri klien
|
|
|
2.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien bisa
menyeimbangkan nutrisinya dengan criteria hasil :
1. Klien tampak rileks
2. Klien makan 1 porsi 3x/hari dan minum 8 gelas/hari
3. Berat badan ideal
4. Klien tidak menghindari makan
|
1.
Dorong asupan kalori yang tepat untuk tipe tubuh dan gaya hidup
2. Ajari pasien untuk mengatur pola makan
yang baik
3. Berikan informasi tentang
pentingnya kebutuhan nutrisi
4. Timbang berat badan pasien
5. Sediakan pasien dengan tinggi protein, kalori, makanan berserat dan
minum yang bisa dikonsumsi yang tepat.
6. Jadwalkan waktu makan tiap harinya
7. Monitor porsi makan pasien tiap harinya
|
1. Agar klien mau makan
2. Agar klien bisa membiasakan pola makan yang teratur
3. Agar klien bisa memenuhi nutrisi secara teratur
4. Untuk mengetahui perkembangan berat badan klien
5. Agar nutrisi klien bisa seimbang
6. Agar pola makan klien teratur
7. Untuk mengetahui porsi makan pasien tiap harinya
|
|
|
3.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien akan
menunjukkan tingkat mobilitas optimal dengan criteria hasil :
1. Melakukan pergerakan dan perpindahan secara optimal
2. Tekanan darah 120/80 mmHg
3. Klien bisa beraktivitas seperti biasanya dengan baik
|
1. Lakukan langkah-langkah pengendalian rasa sakit sebelum
memulai latihan / kegiatan
2.
Sediakan
lingkungan yang tenang setelah periode aktivitas
3. Ajari pasien untuk latihan pergerakan dan perpindahan yang optimal
4. Ajari klien fungsi perpindahan tubuh
5. Ajari klien menggunakan pemanasan dan pendinginan sebelum latihan
|
1. Agar rasa sakit tidak menghambat terapi aktivitas
2. Agar klien terasa tenang, tidak tegang
3. Agar tubuh klien terlatih untuk pergerakan
4. Agar klien membiasakan melatih pergerakan tubuhnya
5. Agar tubuh klien tidak tegang
|
|
|
4.
|
Jum’at, 16 Mei 2014
|
Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik
(nyeri)
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien akan membaik pola tidurnya dengan criteria hasil :
1. Klien tampak rileks
2. Pola tidur klien 8 jam / hari
3. Klien bisa tidur nyenyak
|
1. Ajari pola tidur klien yang benar
2. Monitor berapa jam pola tidur klien
3. Ajari relaksasi otot yang sesuai sebelum tidur
4. Monitor pola tidur klien dan yang menggangu tidurnya
5. Diskusikan dengan pasien dan keluarga tekhnik dalam peningkatan tidur
6. Ajari pasien untuk tidur ketika kelelahan penuh
|
1. Agar pola tidur klien seimbang dengan aktivitas yang dilakukannya
2. Agar pola tidur sesuai dengan pola tidur normal seseorang
3. Untuk mengurangi ketegangan otot tubuh klien
4. Untuk mengetahui gangguan pola tidurnya
5. Agar pola tidur klien meningkat ketika sakit
6. Agar tubuh klien bisa beristirahat
|
|
V.
IMPLEMENTASI
|
No.
|
HARI / JAM
|
NO.DX
|
IMPLEMENTASI
|
RESPON
|
TTD
|
|
1.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 08.00
|
1
|
Melakukan pemeriksaan tanda – tanda vital klien
|
S : Pasien bersedia diperiksa tanda – tanda vitalnya
O :
-
RR = 20x/menit
-
Nadi = 90x/menit
-
Suhu = 370C
-
TD = 110/80 mmHg
|
|
|
2.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 08.30
|
1
|
Mengkaji tingkat nyeri, meliputi : lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/ beratnya nyeri,
factor – factor presipitasi.
|
S : Pasien melaporkan nyeri yang dirasakan pada abdomen sudah
berkurang
O : Dengan skala 2 dan nyeri berlangsung ± 20 menit
|
|
|
3.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 09.00
|
2
|
Mendorong asupan kalori klien
|
S : Pasien mengatakan bahwa dia mulai makan sedikit demi sedikit
walaupun terasa mual
O : Pasien tampak lemas
|
|
|
4.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 10.00
|
2
|
Mengajari klien pola makan yang baik
|
S : Pasien mengatakan bahwa dia mulai menjaga pola makannya dengan
baik
O : Pasien tampak lebih bugar
|
|
|
5.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 11.00
|
3
|
Melakukan langkah – langkah pengendalian rasa sakit
|
S : Pasien mengatakan bahwa sakitnya bisa dikendalikan dengan baik
O : Pasien tampak lemas
|
|
|
6.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 13.00
|
3
|
Menyediakan lingkungan yang tenang bagi klien
|
S : Pasien mengatakan lebih terasa nyaman dan tenang
O : Pasien tampak rileks
|
|
|
7.
|
Sabtu, 17 Mei 2014 / 14.00
|
4
|
Mengajari klien pola tidur yang optimal
|
S : Pasien mengatakan pola tidurnya lebih baik dari sebelumnya
O : Pasien tampak bugar dan rileks
|
|
|
8.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 08.00
|
1
|
Mengkaji keluhan klien
|
S : Pasien mengatakan nyerinya berkurang dari sebelumnya
O : Pasien tampak rileks dan bugar, tidak meringis kesakitan
|
|
|
9.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 09.00
|
1
|
Memberikan posisi yang nyaman pada klien
|
S : Pasien mengatakan lebih nyaman
O : Pasien tampak rileks dan tenang
|
|
|
10.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 11.00
|
2
|
Memberikan
informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi
|
S : Pasien mengatakan bahwa lebih menjaga pola makannya dengan baik
O : Pasien tampak lebih bugar, tidak lemas
|
|
|
11.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 11.30
|
2
|
Menimbang berat badan klien
|
S : Klien bersedia ditimbang berat badannya
O : Berat badan klien bertambah menjadi 41 kg
|
|
|
12.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 12.30
|
3
|
Mengajari pasien untuk latihan pergerakan dan
perpindahan yang optimal
|
S : Pasien bersedia untuk diajari latihan pergerakan dan perpindahan
O : Tubuh klien lebih optimal untuk bergerak
|
|
|
13.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 13.30
|
3
|
Mengajari fungsi perpindahan tubuh klien
|
S : Pasien mengatakan lebih sering menggerakkan tubuhnya dari
sebelumnya
O : Tubuh klien lebih rileks dan tidak kaku
|
|
|
14.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 15.00
|
4
|
Memantau berapa jam tidur klien sehari
|
S : Pasien mengatakan tidur dari jam 20.00 sampai 05.00
O : Klien lebih tampak bugar
|
|
|
15.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 15.00
|
4
|
Mengajari relaksasi otot sebelum tidur
|
S : Pasien bersedia diajari relaksasi otot
O : Pasien tampak rileks dan nyaman
|
|
|
16.
|
Minggu, 18 Mei 2014 / 17.00
|
4
|
Memonitor pola tidur klien yang mengganggu sakitnya
|
S : Pasien mengatakan sakitnya mulai berkurang sehingga tidurnya lebih
nyenyak
O : Pasien lebih tampak bugar dan rileks dari sebelumnya
|
|
|
17.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 09.00
|
1
|
Mengajarkan teknik relaksasi / distraksi pada klien
|
S : Pasien bersedia diajari teknik relaksasi
O : Pasien lebih tampak nyaman dan tenang
|
|
|
18.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 10.00
|
1
|
Mengobservasi keadaan umum klien
|
S : Pasien mengatakan tubuhnya lebih terasa rileks dan nyaman, tidak
nyeri lagi
O : Klien tampak rileks dan bugar dari sebelumnya
|
|
|
19.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 10.30
|
1
|
Mengkolaborasikan dengan dokter
|
S : Pasien bersedia diberikan obat penurun nyeri
O : Obat masuk melalui injeksi, tidak ada reaksi alergi
|
|
|
20.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 12.00
|
2
|
Menyediakan pasien dengan tinggi protein, kalori, makanan berserat dan
minum yang bisa dikonsumsi yang tepat.
|
S : Pasien mengatakan makanannya terasa enak
O : Pasien lebih nafsu makan dari sebelumnya
|
|
|
21.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 12.30
|
2
|
Menjadwalkan waktu makan tiap harinya
|
S : Pasien mengatakan makannya tiga kali dalam sehari
O : Pasien tampak lebih bugar, tidak pucat
|
|
|
22.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 13.30
|
3
|
Mengajari klien menggunakan pemanasan dan
pendinginan sebelum latihan
|
S : Pasien bersedia diajari pemanasan dan pendinginan sebelum latihan
/ pergerakan
O : Pasien tampak lebih semangat untuk melakukan latihan
|
|
|
23.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 14.30
|
4
|
Mendiskusikan dengan pasien dan keluarga tekhnik
dalam peningkatan tidur
|
S : Pasien bersedia keluarga diajari teknik untuk meningkatkan tidur
O : Pasien tampak lebih rileks dan bugar
|
|
|
24.
|
Senin, 19 Mei 2014 / 15.00
|
4
|
Mengajari pasien untuk tidur ketika kelelahan penuh
|
S : Pasien mengatakan bersedia untuk diajari tidur ketika kelelahan
penuh
O : Pasien tampak lebih bugar dan sehat
|
|
0 komentar:
Posting Komentar