Total Tayangan Halaman

Rabu, 19 November 2014



ASUHAN KEPERAWATAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN NYAMAN PADA Ny. T
DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTRITIS KRONIS

I.                   PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian           : 16  Mei 2014
Jam pengkajian                  : 11.00 WIB
A.    IDENTITAS
1.      Identitas Pasien
Nama                     : Ny.T
Usia                       : 32 tahun
Jenis Kelamin        : Perempuan
Suku Bangsa         : Jawa
Pekerjaan               : Karyawan
Pendidikan             : SMA
Alamat                  : Kalisari Semarang
Status                    : Menikah
Agama                   : Islam
Diagnosa Medis    : Gastritis Kronis
2.      Identitas Penanggungjawab
Nama                     : Tn.E
Usia                       : 25 tahun
Jenis Kelamin        : Laki-laki
Suku Bangsa         : Jawa
Pekerjaan               : Karyawan
Pendidikan                        : SMA
Alamat                  : Kalisari Semarang
Status                    : Menikah
Agama                   : Islam
Hubungan             : Suami

B.     KELUHAN UTAMA
Klien mengeluh nyeri, perih pada bagian abdomen.

C.    RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Sejak 3 hari yang lalu klien mengeluh sakit pada bagian abdomen. Abdomen terasa perih. Klien belum pernah pergi ke Rumah Sakit selama mengalami sakit tersebut.
D.    RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien mengatakan bahwa ia pernah mengalami penyakit maag/ nyeri pada abdomennya.

E.     RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada keturunan yang memiliki riwayat penyakit yang sama.

F.     PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR
1.      Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
-          Sebelum sakit              : Klien sehari – hari bekerja sebagai karyawan di
  pabrik.
-          Saat sakit                     : Klien masih bisa beraktivitas, tetapi tidak seperti
  biasanya.
-          Keluhan                       : Klien mengeluh sakit untuk melakukan aktivitas    
terlalu berat.

2.      Kebutuhan Hygiene dan Integritas Kulit
No.
PARAMETER
SEBELUM SAKIT
SAAT SAKIT
1
Mandi
2x/hari
2x/hari
2
Berganti pakaian
2x/hari
2x/hari
3
Sikat gigi
2x/hari
2x/hari
Keluhan
Tidak  ada keluhan
Tidak  ada keluhan

3.      Kebutuhan Istirahat dan Tidur
-          Sebelum sakit  : Pada malam hari klien tidur pukul 21.00 – 05.00 WIB.
-          Saat sakit         : Pada malam hari hanya bisa tidur selama 5 jam dan tidak bisa tidur siang.
-          Keluhan           : Sakit abdomennya sehingga sering terbangun dalam tidurnya.

4.      Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
-          Sebelum sakit  : Klien makan nasi 3x per hari dengan 1 porsi dan minum 8 gelas/hari.
-          Saat sakit         : Klien hanya makan 3 sendok saja dan minum 3 gelas/hari
-          Keluhan           : Takut makan banyak karena takut tambah perih perutnya.
5.      Kebutuhan Oksigenasi
-          Sebelum sakit  : Klien bernapas tanpa menggunakan alat bantu pernapasan.
-          Saat sakit         : Klien bernapas tanpa menggunakan alat bantu pernapasan.
-          Keluhan           : Tidak ada keluhan.
6.      Kebutuhan Eliminasi
BAK                                 Sebelum sakit                         Saat sakit
Frekuensi                           3x sehari                                  tidak terkaji
Jumlah                               tidak terkaji                             tidak terkaji
Warna                                kuning                                     kuning
Bau                                    Khas urine                               Khas urine
Terpasang DC                   Tidak                                       Tidak
Keluhan                             Tidak ada keluhan                   Tidak ada keluhan
7.      Kebutuhan Persepsi, Sensori, dan Kognitif
Orientasi klien dengan tempat dan lingkungannya baik. Daya ingat klien masih berfungsi dengan baik, kemampuan berbahasa klien baik dan mudah dipahami oleh orang lain. Fungsi panca indra klien masih berjalan baik. Klien mengetahui tentang penyakitnya. Klien mengatakan nyeri pada daerah abdomen pada skala 5.

8.      Kebutuhan Termoregulasi
-          Sebelum sakit : Klien menyatakan pernah demam
-          Saat sakit         : Klien menyatakan pernah demam, suhu klien 380C
-          Keluhan           : Badannya terasa panas karena nyeri yang dirasakan.

9.      Kebutuhan Konsep Diri
PARAMETER
SEBELUM SAKIT
SAAT SAKIT
Pola emosional
Klien dapat menahan emosinya dengan baik
Klien dapat menahan emosinya dengan baik
Citra diri
Klien memiliki rasa percaya diri yang baik dihadapan orang lain
Rasa percaya diri klien berkurang di hadapan orang lain
Identitas diri
Klien mengetahui peran dan tanggung  jawabnya sebagai istri
Klien mengetahui peran dan tanggung  jawabnya sebagai istri
Ideal diri
Klien menyadari kelebihan dan kekurangannya
Klien menyadari kelebihan dan kekurangannya
Harga diri
Klien memiliki harga diri yang baik
Klien memiliki harga diri yang baik

10.  Kebutuhan Stress Koping
Klien selalu bermusyawarah dengan keluarganya bila ada masalah.

11.  Kebutuhan Seksualitas dan Reproduksi
Klien sudah menikah 1x dan belum dikaruniai anak.
12.  Kebutuhan Komunikasi dan Informasi
Kemampuan komunikasi dan bahasa klien baik. Bahasa klien mudah dipahami oleh orang lain. Klien mengerti bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Klien menjawab pertanyaan dengan baik.

13.  Kebutuhan Rekreasi dan Spiritual
Klien beragama Islam dan selalu berdoa untuk kesembuhannya.





















G.    PEMERIKSAAN FISIK
1.      Keadaan umum
Klien terlihat lemas. Klien sering mengerang kesakitan pada daerah abdomen/ perutnya.
2.      Kesadaran
Klien sadar penuh (composmentis).
3.      Tanda – tanda vital
a.       Tekanan darah             : 100/80 mmHg
b.      Nadi                            : 90 x /menit
c.       Suhu                            : 380C
d.      RR                               : 20 x/menit
4.      Kepala
a.       Rambut dan kulit kepala
Inspeksi          : Penyebaran rambut kepala merata, tidak rontok, tidak         beruban , dan lurus. Kulit kepala terlihat bersih, tidak ada ketombe, tidak terdapat lesi.
Palpasi             : Tidak ada benjolan, terdapat nyeri.
b.      Wajah 
Inspeksi                       : Wajah berbentuk oval, tidak terdapat lesi, klien tampak pucat     dan meringis kesakitan, serta tidak keluar keringat dingin.
Palpasi             : Tulang pipi terasa menonjol, tidak terdapat nyeri tekan.
c.       Mata
Inspeksi           : Mata klien normal.
Palpasi             : Tidak teraba benjolan, tidak terdapat nyeri tekan.
Ketajaman       : Ketajaman penglihatan klien berkurang,
d.      Hidung
Inspeksi           : Kulit hidung bersih, tidak terdapat cairan keluar dari hidung.
Palpasi             : Tidak terdapat nyeri tekan, tidak terdapat massa.
e.       Mulut 
Inspeksi           : Tidak terdapat sariawan dan pendarahan pada gusi, gigi    berwarna putih, tidak terdapat karies gigi, warna lidah pucat, mukosa bibir kering.
f.       Telinga
Inspeksi           : Kulit telinga klien terlihat bersih, tidak terdapat cairan yang keluar dari telinga.
Palpasi             : Tidak terdapat massa, tidak terdapat nyeri tekan pada jaringan lunak.

g.      Leher
Inspeksi           :Tidak terdapat pembengkakan dan pembesaran kelenjar                              tiroid.
Palpasi             : Tidak teraba benjolan, tidak terdapat nyeri tekan.
h.      Dada
Inspeksi           : Tidak terdapat lesi, bentuk dada simetris
Palpasi             : Tidak terdapat nyeri tekan
i.        Paru - paru
Inspeksi           : Terlihat kembang- kempis paru.
Palpasi             : Tidak terdapat massa dan benjolan
j.        Jantung
Inspeksi           : Tidak tampak iktus kordis pada intercosta ke 5
Palpasi             : Teraba iktus kordis pada ruang interkostal ke 5
Auskultasi        : Bunyi jantung terdengar lup-dup
k.      Abdomen
Inspeksi                       : Persebaran warna kulit merata, tidak ada lesi, tidak terdapat  luka operasi di abdomen.
Palpasi             : Tidak terdapat massa dan terdapat nyeri tekan.
l.        Genetalia
Anus                : Tidak terkaji
Genetalia         : Tidak terpasang kateter.
m.    Ekstremitas Atas
Inspeksi           : Kedua tangan dapat digerakkan normal dengan bebas, tidak terpasang infus.
Palpasi             : Tidak terdapat nyeri tekan.
n.      Ekstremitas Bawah
Inspeksi           : Tidak terdapat lesi pada ekstremitas bawah, klien dapat menggerakkan kedua kakinya namun lemas.
Palpasi             : Tidak terdapat nyeri tekan pada ekstremitas bawah.











H.    PENGELOMPOKKAN DATA
1.      Data Subyektif
-          Klien mengatakan abdomennya terasa sakit, perih
-          Klien mengatakan tidak mau makan banyak karena muntah jika perutnya diisi makanan
-          Klien mengeluh tidurnya hanya selama 5 jam per hari
-          Klien mengeluh sulit tidur karena nyeri yang dirasakan pada abdomennya
-          Klien mengeluh sakit untuk melakukan aktivitas
-          Klien mengeluh badannya panas karena nyeri yang dirasakan
2.      Data Obyektif
-          Klien terlihat gelisah
-          Klien hanya makan 3 sendok saja
-          Klien hanya minum 3x/hari
-          Klien terlihat mengerang kesakitan
-          Klien terlihat lemas
-          Klien terlihat pucat
-          Skala nyeri klien 5
-          Tekanan darah 100/80 mmHg
-          Nadi 90x/menit
-          RR 20x/menit
-          Suhu  380C
-          Berat badan berkurang menjadi 40 kg











II.                ANALISA DATA
No.
HARI/TGL
DATA
MASALAH
ETIOLOGI
DIAGNOSA
TTD
1.
Jum’at, 16 Mei 2014
DO :
-   Klien terlihat gelisah
-   Klien terlihat mengerang kesakitan
-   Klien terlihat pucat
-   Tekanan darah 100/80 mmHg

DS :
-   Klien mengatakan abdomennya sakit, perih
-   Pengkajian nyeri :
P : Nyeri karena keletihan fisik
Q : terasa perih dan panas
R : nyeri di bagian abdomen
S : skala nyeri 5
T : nyeri dirasakan kadang kala
-   Klien mengeluh sakit untuk melakukan aktivitas
Nyeri kronik ( 00133)
Ketunadayaan fisik kronis
Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronis

2.
Jum’at, 16 Mei 2014
DO :
-       Klien terlihat pucat
-       Klien terlihat mengerang kesakitan
-       Klien terlihat lemas
-       Klien terlihat gelisah
-          Klien hanya makan 3 sendok saja dan minum 3x/hari
-          Berat badan berkurang menjadi 40 kg
DS :
-          Klien mengatakan tidak mau makan banyak karena muntah jika perutnya diisi makanan

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh (00002)
Ketidakmampuan untuk mencerna makanan
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan

3.
Jum’at, 16 Mei 2014
DO :
-          Klien terlihat mengerang kesakitan
-          TD 100/80 mmHg
-          Nadi 90x / menit
-          RR 20x / menit
-          Klien terlihat pucat
-          Klien terlihat lemas
DS :
-          Klien mengeluh sakit untuk melakukan aktivitas
Hambatan mobilitas fisik (00085)
Nyeri
Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri

4.
Jum’at, 16 Mei 2014
DO :
-   Klien terlihat mengerang kesakitan
-   Klien terlihat lemas

DS :
-   Klien mengeluh tidurnya hanya 5 jam per hari
-   Klien mengeluh sulit tidur  karena nyeri yang dirasakan

Insomnia ( 00095)
Ketidaknyamanan fisik (nyeri)
Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)











III.             Prioritas Diagnosa Keperawatan
1.      Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronis
2.      Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan
3.      Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
4.      Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)






IV.             RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
No.
Hari, tgl
Diagnosa
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Rasionalisasi
Ttd
1.
Jum’at, 16 Mei 2014
Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronis

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan nyeri berkurang sehingga hilang dengan kriteria hasil :
1.      Klien melaporkan rasa nyaman karena nyeri berkurang secara verbal
2.      Skala nyeri berkurang menjadi 1-3
3.      Klien tampak rileks
4.      Tekanan darah 120/80 mmHg

1.      Monitor tanda – tanda vital klien.



2.      Kaji tingkat nyeri, meliputi : lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/ beratnya nyeri, factor – factor presipitasi.

3.      Kaji keluhan klien





4.      Berikan posisi nyaman sesuai dengan kebutuhan klien

5.      Ajarkan teknik relaksasi / distraksi




6.      Observasi keadaan umum


7.      Kolaborasi dengan dokter
1.      Untuk mengetahui perkembangan keadaan atau kondisi klien.

2.      Untuk mengetahui skala nyeri dan penanganan yang tepat pada nyerinya.







3.      Untuk mengontrol adanya perubahan keluhan yang dirasakan klien

4.      Untuk memberikan kenyamanan pada klien




5.      Untuk mengalihkan dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien

6.      Untuk mengetahui perkembangan kondisi klien

7.      Untuk mengurangi rasa nyeri klien

2.
Jum’at, 16 Mei 2014
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mencerna makanan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien bisa menyeimbangkan nutrisinya dengan criteria hasil :
1.      Klien tampak rileks
2.      Klien makan 1 porsi 3x/hari dan minum 8 gelas/hari
3.      Berat badan ideal
4.      Klien tidak menghindari makan

1.      Dorong asupan kalori yang tepat untuk tipe tubuh dan gaya hidup

2.      Ajari pasien untuk mengatur pola makan  yang baik


3.      Berikan  informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi

4.      Timbang berat badan pasien



5.      Sediakan pasien dengan tinggi protein, kalori, makanan berserat dan minum yang bisa dikonsumsi yang tepat.

6.      Jadwalkan waktu makan tiap harinya

7.      Monitor porsi makan pasien tiap harinya


1.      Agar klien mau makan






2.      Agar klien bisa membiasakan pola makan yang teratur


3.      Agar klien bisa memenuhi nutrisi secara teratur



4.      Untuk mengetahui perkembangan berat badan klien

5.      Agar nutrisi klien bisa seimbang










6.      Agar pola makan klien teratur


7.      Untuk mengetahui porsi makan pasien tiap harinya

3.
Jum’at, 16 Mei 2014
Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal dengan criteria hasil :
1.      Melakukan pergerakan dan perpindahan secara optimal
2.      Tekanan darah 120/80 mmHg
3.      Klien bisa beraktivitas seperti biasanya dengan baik



1.      Lakukan langkah-langkah pengendalian rasa sakit sebelum memulai latihan / kegiatan

2.      Sediakan lingkungan yang tenang setelah periode aktivitas

3.      Ajari pasien untuk latihan pergerakan dan perpindahan yang optimal

4.      Ajari  klien fungsi perpindahan tubuh


5.      Ajari klien menggunakan pemanasan dan pendinginan sebelum latihan


1.      Agar rasa sakit tidak menghambat terapi aktivitas






2.      Agar klien terasa tenang, tidak tegang




3.      Agar tubuh klien terlatih untuk pergerakan





4.      Agar klien membiasakan melatih pergerakan tubuhnya

5.      Agar tubuh klien tidak tegang

4.
Jum’at, 16 Mei 2014
Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik (nyeri)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan klien akan membaik pola tidurnya dengan criteria hasil :
1.      Klien tampak rileks
2.      Pola tidur klien 8 jam / hari
3.      Klien bisa tidur nyenyak

1.      Ajari pola tidur klien yang benar



2.      Monitor berapa jam pola tidur klien


3.      Ajari relaksasi otot yang sesuai sebelum tidur

4.      Monitor pola tidur klien dan yang menggangu tidurnya

5.      Diskusikan dengan pasien dan keluarga tekhnik dalam peningkatan tidur

6.      Ajari pasien untuk tidur ketika kelelahan penuh


1.      Agar pola tidur klien seimbang dengan aktivitas yang dilakukannya

2.      Agar pola tidur sesuai dengan pola tidur normal seseorang

3.      Untuk mengurangi ketegangan otot tubuh klien


4.      Untuk mengetahui gangguan pola tidurnya



5.      Agar pola tidur klien meningkat ketika sakit





6.      Agar tubuh klien bisa beristirahat
































V.                IMPLEMENTASI
No.
HARI / JAM
NO.DX
IMPLEMENTASI
RESPON
TTD
1.
Sabtu, 17 Mei 2014 / 08.00
1
Melakukan pemeriksaan tanda – tanda vital klien
S : Pasien bersedia diperiksa tanda – tanda vitalnya
O :
-          RR = 20x/menit
-          Nadi = 90x/menit
-          Suhu = 370C
-          TD = 110/80 mmHg

2.
Sabtu, 17 Mei 2014 / 08.30
1
Mengkaji tingkat nyeri, meliputi : lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/ beratnya nyeri, factor – factor presipitasi.

S : Pasien melaporkan nyeri yang dirasakan pada abdomen sudah berkurang
O : Dengan skala 2 dan nyeri berlangsung ± 20 menit

3.






Sabtu, 17 Mei 2014 / 09.00
2
Mendorong asupan kalori klien
S : Pasien mengatakan bahwa dia mulai makan sedikit demi sedikit walaupun terasa mual
O : Pasien tampak lemas

4.
Sabtu, 17 Mei 2014 / 10.00
2
Mengajari klien pola makan yang baik
S : Pasien mengatakan bahwa dia mulai menjaga pola makannya dengan baik
O : Pasien tampak lebih bugar

5.
Sabtu, 17 Mei 2014 / 11.00
3
Melakukan langkah – langkah pengendalian rasa sakit
S : Pasien mengatakan bahwa sakitnya bisa dikendalikan dengan baik
O : Pasien tampak lemas

6.
Sabtu, 17 Mei 2014 / 13.00
3
Menyediakan lingkungan yang tenang bagi klien
S : Pasien mengatakan lebih terasa nyaman dan tenang
O : Pasien tampak rileks

7.
Sabtu, 17 Mei 2014 / 14.00
4
Mengajari klien pola tidur yang optimal
S : Pasien mengatakan pola tidurnya lebih baik dari sebelumnya
O : Pasien tampak bugar dan rileks

8.
Minggu, 18 Mei 2014 / 08.00
1
Mengkaji keluhan klien
S : Pasien mengatakan nyerinya berkurang dari sebelumnya
O : Pasien tampak rileks dan bugar, tidak meringis kesakitan

9.
Minggu, 18 Mei 2014 / 09.00
1
Memberikan posisi yang nyaman pada klien
S : Pasien mengatakan lebih nyaman
O : Pasien tampak rileks dan tenang

10.
Minggu, 18 Mei 2014 / 11.00
2
Memberikan  informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi

S : Pasien mengatakan bahwa lebih menjaga pola makannya dengan baik
O : Pasien tampak lebih bugar, tidak lemas

11.
Minggu, 18 Mei 2014 / 11.30
2
Menimbang berat badan klien
S : Klien bersedia ditimbang berat badannya
O : Berat badan klien bertambah menjadi 41 kg

12.
Minggu, 18 Mei 2014 / 12.30
3
Mengajari pasien untuk latihan pergerakan dan perpindahan yang optimal

S : Pasien bersedia untuk diajari latihan pergerakan dan perpindahan
O : Tubuh klien lebih optimal untuk bergerak

13.
Minggu, 18 Mei 2014 / 13.30
3
Mengajari fungsi perpindahan tubuh klien
S : Pasien mengatakan lebih sering menggerakkan tubuhnya dari sebelumnya
O : Tubuh klien lebih rileks dan tidak kaku

14.
Minggu, 18 Mei 2014 / 15.00
4
Memantau berapa jam tidur klien sehari
S : Pasien mengatakan tidur dari jam 20.00 sampai 05.00
O : Klien lebih tampak bugar

15.
Minggu, 18 Mei 2014 / 15.00
4
Mengajari relaksasi otot sebelum tidur
S : Pasien bersedia diajari relaksasi otot
O : Pasien tampak rileks dan nyaman

16.
Minggu, 18 Mei 2014 / 17.00
4
Memonitor pola tidur klien yang mengganggu sakitnya
S : Pasien mengatakan sakitnya mulai berkurang sehingga tidurnya lebih nyenyak
O : Pasien lebih tampak bugar dan rileks dari sebelumnya

17.
Senin, 19 Mei 2014 / 09.00
1
Mengajarkan teknik relaksasi / distraksi pada klien
S : Pasien bersedia diajari teknik relaksasi
O : Pasien lebih tampak nyaman dan tenang

18.
Senin, 19 Mei 2014 / 10.00
1
Mengobservasi keadaan umum klien
S : Pasien mengatakan tubuhnya lebih terasa rileks dan nyaman, tidak nyeri lagi
O : Klien tampak rileks dan bugar dari sebelumnya

19.
Senin, 19 Mei 2014 / 10.30
1
Mengkolaborasikan dengan dokter
S : Pasien bersedia diberikan obat penurun nyeri
O : Obat masuk melalui injeksi, tidak ada reaksi alergi

20.
Senin, 19 Mei 2014 / 12.00
2
Menyediakan pasien dengan tinggi protein, kalori, makanan berserat dan minum yang bisa dikonsumsi yang tepat.
S : Pasien mengatakan makanannya terasa enak
O : Pasien lebih nafsu makan dari sebelumnya

21.
Senin, 19 Mei 2014 / 12.30
2
Menjadwalkan waktu makan tiap harinya
S : Pasien mengatakan makannya tiga kali dalam sehari
O : Pasien tampak lebih bugar, tidak pucat

22.
Senin, 19 Mei 2014 / 13.30
3
Mengajari klien menggunakan pemanasan dan pendinginan sebelum latihan

S : Pasien bersedia diajari pemanasan dan pendinginan sebelum latihan / pergerakan
O : Pasien tampak lebih semangat untuk melakukan latihan

23.
Senin, 19 Mei 2014 / 14.30
4
Mendiskusikan dengan pasien dan keluarga tekhnik dalam peningkatan tidur

S : Pasien bersedia keluarga diajari teknik untuk meningkatkan tidur
O : Pasien tampak lebih rileks dan bugar

24.
Senin, 19 Mei 2014 / 15.00
4
Mengajari pasien untuk tidur ketika kelelahan penuh

S : Pasien mengatakan bersedia untuk diajari tidur ketika kelelahan penuh
O : Pasien tampak lebih bugar dan sehat


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar